"Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Q.s Al- Israa' ayat 53)"
Dalam ayat tersebut diatas diterangkan dengan jelas bahwa perkataan yang tidak baik merupakan perkataan syaitan dan akan menimbulkan perselisihan/permusuhan. Dalam ayat yang lain juga diterangkan, kemuliaan bagi orang yang berkata baik dan Azab/balasan bagi orang yang berkata dengan tujuan jahat (tidak baik) :
"Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik[1249] dan amal yang saleh dinaikkan-Nya[1250]. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur. (Q.s Faathir ayat 10)
Catatan :[1249]. Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa perkataan yang baik itu ialah Kalimat Tauhid yaitu Laa ilaa ha illallaah; dan ada pula yang mengatakan zikir kepada Allah dan ada pula yang mengatakan semua perkataan yang baik yang diucapkan karena Allah.[1250]. Maksudnya ialah bahwa perkataan baik dan amal yang baik itu dinaikkan untuk diterima dan diberi-Nya pahala.
Jadi sangat tragis apabila kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT tidak mendengarkan hati nurani yang berisikan nilai-nilai kebaikan(Universal Value from God).
Marilah Kita (termasuk saya) bercermin, "APAKAH UCAPAN KITA DALAM KEHIDUPAN INI MENGANDUNG KEBAIKAN"








0 comments:
Post a Comment